RSS

belajar buat puisi


senyum tangis

Aku menangis di sisi pojok hatiku
Tak ada yang tahu
Sengaja aku bersembunyi di balik senyum ini
Senyum yang sebenarnya getir

Aku lelah,

(cerbung) eppor the series part 3

Kami termangu. Mengingat apa yang baru saja terjadi. Semua diam. Masih dalam ‘kemelongooan’ masing-masing.

“dia marah”. Suara lala yang sedikit nahan tangis memecah keheningan. “ya. Dia marah.” Rohmah juga ikut bicara. Aku hanya diam. Aku masih belum bias mencerna apa yang baru saja ‘dia’ dan mereka katakan. “gimana ini…?” “aku gak tau” “benertah dia marah?”. “ya denger aja apa yang tadi dia bilang! Nada suaranya. Kok dia gitu sih.” Kali ini aku sudah menyadari apa yang terjadi, dan ternyata bukan mimpi. Kami kira kami tidak akan membuatnya terganggu atau tersinggung, tapi ternyata salah. Bambang marah. Tentu saja kami panic persis kakek-kakek  kebakaran jenggot(*emang lu tau?). gimana nasib kami besok? Gimana kalo bambang tiba-tiba ‘nongol’  depan kami? Ya ampuun..mau tarok mane ni muka??? Siang hingga sore ini kami habiskan dengan gelisah. Galau euy!*plakk.


gokil bin 'pup'

Cerita ini berawal di hari minggu yang cerah. Gue berangkat ke sekolah karena lagi ada acara training motivasi gitu. Pakaian yang gue pake yaitu baju panjang,jilbab plus rok panjang,karena ni acara rohis sekolah.kalo gue pake jeans, bisa-bisa tutor BBQ gue kena serangan jantung mendadak.
Begoknya gue, gue lupa buang pup sebelum berangkat. Awalnya gak ada hasrat yang mendalam untuk buang pup. Oke gue santai aja. sampai tiba-tiba hasrat itu muncul. gue sedikit panik. eeh..pas gue pengen minta izin ke wece bentar, malah tarinernya keburu dateng.Dengan penuh rasa terpaksa duduk lagi dan nahan segala rasa, kubur dalem-dalem!

langit tak mendengar!


Ku pandang langit
Anganku melayang
Jauh
Teringat aku akan potret
Yang entah kenapa selalu saja kembali
Pikir ku berontak
Tapi hati ku membela